Filed under: Uncategorized

Pelayanan keperawatan

A. Kategori Perawat Dalam Pelayanan Keperawatan
Pelayanan keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat baik sehat maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia.
Angka kredit adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh perawat dalam rangka pembinaan karier yang bersangkutan. Karya tulis atau karya ilmiah adalah tulisan hasil pokok pikiran, pengembangan dan hasil kajian atau pnelitian yang disusun oleh perawat baik perorangan ataupun kelompok, yang membahas suatu pokok bahsan ilmiah di bidang pelayanan keperawatan dengan menuangkan gagasan tertentu melalui identifikasi, tinjauan pustaka, diskripsi, analisis permasalahan, kesimpulan, saran, dan pemecahannya.
Jabatan fungsional perawat termasuk dalam rumpun kesehatan. Perawat berkedudukan sebagai pelaksan teknis fungsional di bidang pelayanan keperawatan pada fasilitas pelayanan kesehatan di lingkungan instansi pemerintah dan merupakan jabatan karir sebagai Aparatur Sipil Negara atau ASN. Tugas pokok perawat adalah melakukan kegiatan pelayanan keperawatan yang meliputi asuhan keperawatan, pengelola keperawatan dan pengabdian kepada masyarakat.

Jabatan fungsional perawat terdiri atas :
a. Perawat kategori keterampilan.
Jenjang jabatan perawat kategori keterampilan dari yang paling rendah sampai dengan yang paling tinggi yaitu :
• Perawat terampil
1. Pengatur golongan ruang II/c
2. Pengatur tingkat I ,golongan ruang II/d
• Perawat mahir
1. Penata muda golongan ruang III/a
2. Penata muda tingkat I ,golongan ruang III/b
• Perawat penyelia
1. Penata golongan ruang III/c
2. Penata tingkat I , golongan ruang III/d

b. Perawat kategori keahlian
Jenjang jabatan fungsional perawat kategori keahlian dari yang paling rendah sam[ai dengan yang paling tinggi yaitu :
Perawat ahli pertama
• Perawat ahli muda
1. Penata, golongan rang III/c
2. Penata tingkat I, golongan ruang III/d
• Perawat ahli madya
1. Pembina, golongan ruangan IV/a
2. Pembina tingkat I, golongan ruang IV/b
3. Pembina utama muda, golongan ruang IV/c
• Perawat ahli utama
1. Pembina utama madya, golongan ruang IV/d
2. Pembina utama, golongan ruang IV/e
Pangkat, golongan ruang untung masing-masing jenjang jabatan sebagaimana dimaksud diatas ditentukan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimiliki setelah ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit sehingga jenjang jabatan dan pangkat, golongan ruang sebagaimana disebut diatas.
Pegawai Negeri Sipil yang diangkat untuk pertama kai dalam jabatan fungsional perawat keterampilan harus memenuhi syarat:
1. Berijazah DIII Keperawatan
2. Pangkat paling rendah pengatur, golongan ruang II/c
3. Nilai prestasi kerja paling kurang bernilai baik dalam satu tahun terakhir
Pegawai Negeri Sipil yang diangkat untuk pertama kali dalam jabatan fungsional perawat keahlian harus memenuhi syarat:
1. Berijazah paling rendah Ners
2. Pangkat paling rendah penata muda, golongan ruang III/a
3. Nilai prestasi kerja paling kurang bernilai baik dalam satu tahun terakhir

B. Perhitungan Tenaga Keperawatan
Perhitungan kebutuhan tenaga keperawatan atau staffing merupakan fungsi manajemen yang merupakan dasar pelaksanaan kegiatan keperawatan (Julia et al. 2014). Perhitungan tenaga keperawatan sangatlah berhubungan dengan eban kerja perawat. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengkaji beban kerja tenaga perawat, yakni rasio pasien dibanding perawat, rasio tempat tidur dibandin perawat, serta perlunya memperhitungkan tugas non-keperawatan yang dilakukan oleh perawat seperti transport pasien (Kan et al. 2016).
Didalam penerapan kebutuhan ketenagakerjaan harus diperhatikan adanya faktor yang terkait beban perawat, diantaranya seperti berikut:
1. Jumlah klien yang dirawat (hari, bulan, tahun) dalam satu unit.
2. Kondisi atau tingkat ketergantungan klien
3. Rata-rata hari perawatan klien
4. Pengukuran perawatan langsung atau secara tidak langsung
5. Pemberian cuti
6. Frekuensi tindakan yang dibutuhkan
7. Rata-rata waktu keperawatan langsung dan tidak langsung
Menurut Suyanto (2008) perhitungan tenaga kerja perawat perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a. Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan tenaga keperawatan.
1) Faktor klien, meliputi: tingkat kompleksitas perawat, kondisi pasien sesuai dengan jenis penyakit dan usianya, jumlah pasien dan fluktuasinya, keadaan sosial ekonomi dan harapan pasien dan keluarga
2) Faktor tenaga, meliputi: jumlah dan komposisi tenaga keperawatan, kebijakan pengaturan dinas, uraian tugas perawat, kebijakan personalia, tingkat pendidikan dan pengalaman kerja, tenaga perawat spesialis dan sikap ethis professional.
3) Faktor lingkungan, meliputi: tipe dan lokasi rumah sakit, fasilitas dan jenis pelayanan yang diberikan, kelengkapan peralatan medik atau diagnostik, pelayanan penunjang dari instalasi lain dan macam kegiatan yang dilaksanakan.
4) Faktor organisasi, meliputi: mutu pelayanan yang ditetapkan dan kebijakan pembinaan dan pengembangan.